Persebaran Flora dan Fauna Di Indonesia dan Upaya Perlindungannya

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA
    Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatkan suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan berbagai  potensi  kekayaan  alam,  melainkan  juga  berperan  sebagai paru-paru dunia.
    Keberadaan hutan tropis yang subur  merupakan surga bagi aneka  satwa,  mulai  dari  berbagai  jenis  hewan  melata,  mamalia, aneka ragam serangga sampai  pada jenis burung.
Faktor yang memengaruhi persebaran flora dan fauna:
1. faktor  bentang  alam  atau  relief  tanah,
2. faktor manusia,
3. faktor  iklim,  mencakup  curah  hujan,  temperatur  udara,  angin, dan kelembapan udara,
4. faktor tanah.
1. Persebaran Flora di Indonesia.
    Beberapa jenis tumbuhan  ada yang bersifat endemik, yaitu jenis tumbuhan yang hanya terdapat di Indonesia. Tumbuhan di Indonesia  juga  menunjukkan   gejala  cauliflora,  yaitu  adanya   bunga dan  buah  pada   batang  dan  dahan,  serta  tidak  pada  pucuknya. Misalnya  belimbing,  durian,  nangka,  duku.
    Aneka ragam jenis flora (dunia tumbuhan) bisa dijumpai di dalam hutan. Lalu apakah yang dimaksud dengan hutan itu?
    Menurut UU Pokok Kehutanan No. 5 Tahun 1967, hutan adalah suatu lapangan pertumbuhan pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati, alam lingkungannya, dan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hutan.
a. Jenis hutan berdasarkan iklim  digolongkan   sebagai  berikut.
1) Hutan hujan tropis, dengan ciri-ciri:
    a)  pohonnya berdaun lebar,
    b)  daunnya menghijau  sepanjang tahun,
    c)  terdapat tumbuhan epifit, lumut, palem, dan pohon panjat  sejenis  rotan.
2) Hutan musim,  terdapat  di  daerah  tropis  yang  memiliki musim hujan dan kemarau. Ciri-ciri hutan musim  adalah:
    a)  pohonya   jarang,
    b)  ketinggian pohon antara 12 - 35 meter,
    c)  pada musim kemarau daunnya meranggas dan musim penghujan  bersemi.
3) Hutan sabana atau savana , yaitu padang rumput yang diselingi  pepohonan  perdu.  Hutan  savana  atau  sabana banyak terdapat di daerah tropis yang curah hujannya relatif kurang. Di wilayah Indonesia, padang sabana banyak dijumpai di daerah Nusa Tenggara.
4) Hutan bakau atau mangrove, merupakan hutan khas di daerah pantai tropik. Keberadaan hutan bakau sangat membantu mengamankan pantai dari  bahaya  abrasi,  yakni pengikisan  lapisan  tanah  oleh  gelombang  laut.  Kerusakan pantai disebabkan karena menipisnya hutan bakau yang banyak ditebang manusia.
b. Berdasarkan jenis pohon,  hutan diklasifikasikan:
1) Hutan homogen, yakni hutan yang  ditumbuhi hanya satu jenis  tumbuhan  saja.  Misalnya  hutan  pinus,  hutan  jati. Hutan ini dibuat dengan tujuan tertentu, misal untuk penghijauan atau untuk industri. Hutan hasil reboisasi pada umumnya termasuk hutan homogen.
2) Hutan  heterogen, hutan yang ditumbuhi beranekaragam jenis tumbuhan. Hutan heterogen disebut juga sebagai hutan belukar atau hutan perawan. Misalnya hutan tropis.
c. Berdasarkan fungsinya,  hutan diklasifikasikan:
1) Hutan  lindung,  hutan  yang  berfungsi
a) Sebagai penyaring  air  ke  dalam  tanah  untuk  cadangan air  tanah  dan  menghambat  laju  perjalanan  air  di  dalam tanah. Hal ini disebut fungsi hidrologis.
b) Mencegah banjir.
c) Melindungi tanah dari erosi.
2) Hutan suaka alam , yaitu hutan yang berfungi sebagai pelindung jenis flora dan fauna tertentu. Hutan ini terdiri dari  suaka  margasatwa  dan  cagar  alam.  Misalnya  cagar alam Rafflesia Bengkulu untuk melindungi dan menjaga kelestarian Bunga Rafflesia Arnoldi.
3) Hutan produksi, hutan yang berfungsi untuk diambil hasilnya sebagai bahan industri. Misalnya hutan  jati, hutan karet, dan lain-lain.
d. Manfaat hutan
Keberadaan hutan menjadi potensi sumber daya alam yang menguntungkan bagi devisa negara. Di samping itu hutan memiliki aneka fungsi yang berdampak positif terhadap kelangsungan kehidupan manusia.
1) Manfaat langsung
Secara langsung  hutan  menghasilkan  berbagai  jenis kayu  dan nonkayu  yang  berperan  penting  sebagai  bahan produksi.
2) Manfaat tidak langsung
Secara tidak  langsung  hutan  memiliki  berbagai  fungsi, antara  lain:
a) Fungsi klimatologis, sebagai penyegar atau pembersih udara.
b) Fungsi orologis,  sebagai penyaring atau pembersih air.
c) Fungsi strategis, sebagai sarana pertahanan dan perlindungan dalam peperangan.
d) Fungsi estetis, untuk keindahan dan sarana rekreasi.
e) Fungsi hidrologis, berperan menyimpan air hujan.
2. Persebaran Fauna  di Indonesia
    Secara umum persebaran fauna di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Kelompok  fauna Asiatis (kelompok barat) , adalah hewan yang berada  di  wilayah  Sumatra,  Kalimantan,  Jawa,  dan  Bali. Wilayah itu dulu dikenal sebagai Paparan Sunda, yang merupakan  bagian dari Benua Asia. Adapun jenis-jenis hewannya antara  lain  badak,  gajah,  rusa,  tapir,  banteng,  kerbau, kera, harimau, babi hutan, dan sebagainya.
b. Kelompok fauna Australis Asiatis/Peralihan (kelompok tengah) , merupakan  campuran  fauna  Asia  dan  Austalia,  meliputi  jenis hewan yang berada di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Wilayah kelompok tengah dan  timur dipisahkan oleh Garis Weber. Contoh  jenis fauna ini antara lain anoa, babi rusa,  komodo,  burung  maleo,  tarsius,  dan  lain-lain.
c. Kelompok  fauna  Australis (kelompok  timur), merupakan kelompok hewan yang berada di Paparan Sahul, meliputi wilayah Papua dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Contoh  fauna di wilayah ini antara lain kanguru, walabi, koala, burung cenderawasih, kakatua, kasuari, dan jenis burung berwarna lainnya.
3. Jenis Fauna yang Dilindungi  dan Upaya Pelestariannya
    Banyaknya jenis satwa yang menjadi korban perburuan manusia mengakibatkan  jumlah populasi hewan tertentu mengalami penurunan secara drastis, sehingga keberadaannya mulai terancam kepunahan. Berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Nomor 134 dan 266 tahun 1931, hewan  yang dilindungi antara lain badak, tapir, kambing hutan, trenggiling, kancil, burung dara  laut, babi  rusa,  elang  tikus  atau  alap-alap.
    Berdasarkan  SK Menteri Pertanian Nomor 421 Tahun 1970 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 327 Tahun 1972, hewan yang dilindungi adalah harimau sumatra, harimau jawa, macan kumbang, jalak bali, burung gosong, burung maleo, monyet hitam, kakatua, rusa bawean, kanguru pohon, beo nias, ikan pesut, lumbalumba,  musang. Untuk melindungi hewan tersebut didirikan cagar alam dan suaka  margasatwa,  antara  lain:
a. Di  Pulau  Jawa
Cagar alam di Pulau Jawa, antara lain:
1) Cagar alam Ujung Kulon melindungi badak, banteng, merak, rusa,  dan  buaya.
2) Cagar alam Cibodas, Cianjur,  sebagai  cadangan  air  karena wilayah tersebut curah hujannya sangat tinggi.
3) Suaka margasatwa Baluran dan Meru  Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur melindungi banteng, kerbau liar, harimau jawa, dan rusa.
4) Cagar alam Pangandaran, melindungi banteng.
5) Cagar alam Gunung Gede, Bogor, melindungi kijang dan rusa.
6) Cagar alam Pulau Dua, melindungi burung laut.
b.  Di Pulau Sumatra
1) Suaka margasatwa Gunung Leuser, Aceh Utara, melindungi orang utan, badak, gajah, dan harimau Sumatra.
2) Suaka Margasatwa Pulau Siberut, Way Kambas, dan Gunung Sakinco, melindungi harimau, tapir, beruang, rusa, badak,  gajah  sumatra.
3) Cagar alam Limbo Pati, Sumatra Barat, melindungi tapir dan siamang.
c. Di Pulau Kalimantan
Cagar alam dan suaka margastwa Tanjung Putting  dan Kutai untuk melindungi orang utan, banteng, rusa sambar.
d. Di Pulau Nusa Tenggara
Suaka margasatwa di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, melindungi komodo, kerbau liar, dan  kuda liar.
e. Di Pulau Sulawesi
Suaka margasatwa Dumoga Bone dan Gunung Tangkoko di ujung  utara  Minahasa  melindungi  anoa,  babi  rusa,  dan  kuskus.
f. Di Maluku
Suaka margasatwa Wae Nua, melindungi burung kasuari. Suaka margasatwa Pulau Baun di Kepulauan Aru untuk melindungi burung cenderawasih.

Persebaran Jenis Tanah dan Pemanfaatannya Di Indonesia

PERSEBARAN JENIS TANAH  DAN PEMANFAATANNYA DI INDONESIA
    Perbedaan kondisi tanah disebabkan karena susunan mineral di dalamnya yang berbeda-beda. Karena tanah berasal dari hasil pelapukan batuan induk (anorganik) yang terbentuk dari bahan-bahan organik tumbuhan dan hewan yang telah membusuk.
1. Berbagai Jenis Tanah di Indonesia
Jenis-jenis tanah di Indonesia antara lain: 
a. Tanah gambut  adalah tanah yang berasal dari bahan organik yang selalu tergenang air (rawa) dan kekurangan unsur hara, sirkulasi udara tidak lancar, proses penghancuran  tidak  sempurna,  kurang  baik  untuk  pertanian.  Banyak terdapat di Kalimantan, Sumatra Timur, dan Papua.
b. Tanah  mergel  adalah  tanah  campuran  dari  batuan  kapur, pasir,  dan  tanah  liat  yang  dikarenakan  hujan  yang  tidak merata. Banyak terdapat di lereng pegunungan dan dataran rendah seperti di Solo, Madiun, Kediri, dan Nusa Tenggara.
c. Tanah kapur  (renzina) adalah tanah yang terbentuk dari bahan  induk  kapur  yang  mengalami  laterisasi  lemah. Banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatra.
d. Tanah endapan  atau  tanah aluvial  adalah tanah yang terbentuk karena pengendapan batuan induk dan telah mengalami proses pelarutan air. Jenis tanah ini merupakan tanah subur dan banyak terdapat di Jawa bagian utara, Sumatra  bagian  timur,  Kalimantan  bagian  barat  dan  selatan.
e. Tanah terrarosa adalah tanah hasil pelapukan batuan kapur. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah dolina  dan merupakan daerah pertanian yang subur. Daerah persebarannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara,  Maluku,  dan  Sumatra.
f. Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan tumbuhan (bahan organik), berwarna hitam, sangat subur, cocok untuk pertanian. Banyak terdapat di  Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua.
g. Tanah vulkanis adalah tanah hasil pelapukan bahan  padat dan bahan cair yang dikeluarkan gunung berapi. Jenis tanah ini sangat subur dan cocok untuk pertanian. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah Jawa, Sumatra, Bali, Lombok, Halmahera,  dan  Sulawesi.
h. Tanah padzol adalah  tanah  yang  terjadi  karena  temperatur dan curah hujan yang tinggi, sifatnya  mudah basah, dan subur jika terkena air. Jenis tanah ini berwarna kuning keabu-abuan dan cocok untuk perkebunan. Banyak terdapat di  pegunungan  tinggi.
i. Tanah laterit adalah  tanah  yang  terbentuk  karena temperatur  dan  curah  hujan  yang  tinggi.  Namun  jenis  tanah ini kurang subur dan banyak terdapat di Jawa  Timur, Jawa Barat,  dan  Kalimantan  Barat.
j. Tanah pasir adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan sedimen dan tidak berstruktur. Jenis tanah ini kurang baik untuk pertanian karena sedikit mengandung bahan organik. Banyak terdapat di pantai barat Sumatra Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi.

Macam-macam Ras Penduduk Di Indonesia

KONDISI PENDUDUK INDONESIA
    Indonesia  merupakan  negara  kesatuan  yang  masyarakatnya majemuk yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang menyebar dari Sabang (ujung Sumatra Utara) sampai Merauke (ujung Papua).
1. Pembagian Ras Penduduk Indonesia
    Berdasarkan  ciri-ciri  fisiknya, masyarakat  Indonesia  dapat dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok ras, yaitu:
a. Kelompok ras Papua Melanezoid , terdapat di Papua/ Irian, Pulau Aru, Pulau Kai.
b. Kelompok ras Negroid, antara lain orang Semang di semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.
c. Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di  Pulau  Muna,  orang  Enggano  di  Pulau  Enggano, dan  orang  Mentawai  di  Kepulauan  Mentawai.
d. Kelompok ras Melayu Mongoloid , yang dibedakan menjadi 2(dua) golongan.
    1)  Ras  Proto  Melayu (Melayu Tua)  antara lain Suku Batak, Suku Toraja, Suku Dayak.
    2)  Ras Deutro Melayu (Melayu Muda)  antara lain Suku Bugis, Madura, Jawa, Bali.
    Di samping  kelompok  ras  di  atas,  masyarakat  Indonesia  juga terdiri dari kelompok warga keturunan Cina (ras Mongoloid), warga keturunan Arab, Pakistan, India, ras Kaukasoid, dan sebagainya yang hidup berdampingan membaur menjadi satu warga negara Indonesia. Masyarakat Indonesia tidak mengenal superioritas  suatu  ras  dan  tidak  menganut  paham  rasialisme.
    Salah  satu  perekat  suku  bangsa  yang  berbeda-beda  di  Indonesia adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang termasuk  dalam  rumpun  bahasa  Austronesia.
2. Keanekaragaman Suku Bangsa
    Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri atas beberapa suku bangsa (etnis) yang masing-masing memiliki bahasa dan adat istiadat serta budaya yang berbeda. Menurut hasil penelitian Hilderd Geertz, Indonesia terdiri dari 300 etnis yang berbeda-beda. Adapun menurut  penelitian  MA  Jaspan,  masyarakat  Indonesia  terdiri  atas 366 etnis dengan kriteria pada bahasa daerah, kebudayaan serta susunan masyarakatnya. Lain lagi menurut penelitian Van Vollenhoven  yang  menyatakan bahwa  masyarakat  Indonesia terbagi  menjadi 19 lingkaran hukum adat  dengan berbagai suku bangsa (etnis) yang ada di dalamnya.
    Lalu apakah yang dimaksud etnik itu? Apa pula bedanya dengan ras? 
    Robertson pada tahun 1977 mengemukakan pendapatnya bahwa kelompok etnik adalah  sejumlah besar orang yang  memandang diri dan dipandang oleh kelompok lain memiliki kesatuan budaya  yang  berbeda.  Hal  ini  terjadi  sebagai  akibat  dari  sifat-sifat budaya bersama dan interaksi timbal balik  yang terus menerus.
    Jika istilah ras berkaitan dengan ciri-ciri fisik tubuh, etnisitas lebih berkaitan dengan karakteristik budaya suatu kelompok tertentu.  Karakterisrik  budaya  ini  dibentuk  dan  dihasilkan  oleh  perbedaan  bahasa,  agama,  suku  bangsa,  kedaerahan,  dan  tempat  lahir.
    Hal  yang  membedakan  antara  etnis  yang  satu  dengan  yang lainnya adalah perbedaan bahasa (bahasa daerah) dan adat istiadat. Perbedaan adat istiadat  menunjukkan perbedaan kebudayaan yang nampak  dari  pola  perilaku  atau  gaya  hidup.  Pola  perilaku  orang Batak  yang  suka  bicara  terus  terang,  sehingga  terkesan  tegas  dan keras sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa  Tengah (khususnya Solo dan Jogja) yang suka berbicara hati-hati penuh dengan  sindiran secara halus sehingga berkesan kurang tegas.  
    Secara rinci dapat kita uraikan tentang perbedaan antara etnis yang satu  dan  lainya,  dalam  hal:
a. Perbedaan bahasa daerah.
b. Perbedaan tata susunan kekerabatan, misalnya ada yang menganut patrilineal, matriliniel, dan parental.
c. Perbedaan adat  istiadat,  misalnya  dalam  upacara  perkawinan, upacara  adat,  hukum  adat,  dan  lain-lain.
d. Perbedaan sistem mata pencaharian.
e. Perbedaan  teknologi,  misalnya  bentuk  arsitektur  rumah/ bangunan adat, peralatan kerja tradisional.
f. Perbedaan kesenian daerah.
    Adapun  beberapa  faktor  yang  menyebabkan  perbedaan bahasa  dan  adat  istiadat  adalah:
a. Keadaan dan letak geografis yang  berbeda.
b. Pemukiman penduduk yang terpisah-pisah  di pulau-pulau terpencil yang menghambat kontak dengan  daerah lain.
c. Latar belakang sejarah yang berbeda.
d. Lingkaran hukum adat dan kemasyarakatan yang berlainan.

Lompat Jauh

Lompat Jauh Gaya Jongkok (Ortodock)
    Tujuan  lompat  jauh,  yaitu  melakukan  lompatan  dengan  hasil semaksimal  mungkin.  Lompat  jauh  adalah  gerakan  berpindah  tempat  dari  satu  tempat  ke  tempat  yang  lain  dengan  satu  kali  tolakan ke  depan  sejauhjauhnya.  Pada  lompat  jauh  terdapat  beberapa gaya,  yaitu  gaya  jongkok  (gaya  ortodock),  dan  gaya  menggantung (gaya  shepper).  Pada  materi  ini,  kalian  hanya  akan  mempelajari lompat jauh gaya jongkok (gaya  ortodock). Teknik dasar lompat jauh, antara lain sebagai berikut.
1. Awalan 
Gerakan  lompat  jauh  dimulai  dengan  awalan  atau  ancang ancang.  Melakukan  awalan  atau  ancang-ancang  dengan  lari  secepatnya  hingga  melakukan  tumpuan  di  balok  lompat  atau  papan tumpuan.  Pada  waktu  melakukan  awalan  tidak  boleh  menoleh, tetapi pikiran konsentrasi ke arah tolakan atau tumpuan.
2. Tolakan atau Tumpuan
Gerakan  tolakan  atau  tumpuan  pada  lompat  jauh  merupakan salah  satu  faktor  penentu  keberhasilan  lompat  jauh.  Oleh  karena itu,  agar  mendapat  hasil  lompatan  yang  semaksimal  mungkin, tolakan atau tumpuan harus dilakukan dengan sebaikbaiknya.
Cara  melakukan  tolakan  atau  tumpuan  adalah  sebagai berikut.
a. Tumpuan kaki pada balok lompat dilakukan dengan satu kaki terkuat.
b. Pada waktu kaki menumpu harus tepat diatas balok lompat diikuti badan condong kedepan disusul kaki yang lain diangkat kearah depan atas dengan sudut tolakan antara 40 derajat–50 derajat.
3. Melayang (Sikap Badan di Udara)
Setelah melakukan tumpuan dengan badan condong kedepan, kaki diayunkan kedepan untuk membantu berat badan keatas disusul kaki tumpu juga diayunkan kedepan. Pada waktu melayang, lutut kedua kaki sedikit ditekuk seperti sikap jongkok .Pada saat posisi kaki diayunkan kedepan yang. diikuti kedua tangan diayunkan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil lompatan semaksimal mungkin.
4. Sikap Mendarat 
Pelompat jauh saat mendarat, kedua kaki ditekuk posisi jongkok dengan tumit mendarat lebih dahulu. Berat badan didorong. kedepan dan kedua lengan diluruskan kedepan. Cara pendaratan. seperti ini diharapkan lompatan jauh jatuh kebelakang lagi.
5.  Teknik Melakukan Lompat Jauh Gaya Jongkok
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Siswa berbaris berjajar didepan bak lompat jauh sejauh 5 meter.
b. Siswa satu persatu secara bergantian melakukan ancang-ancang atau awalan. Awalan dilakukan dengan berlari secepat cepatnya menuju balok tumpuan.
c. Setelah sampai pada balok tumpuan, siswa menumpu dengan salah satu kaki pada balok tumpuan dengan tepat. Kemudian,  lompatlah setinggi mungkin dan kaki yang satu melangkah kedepan dengan posisi badan condong kedepan. 
d. Saat melayang kedua lutut kaki ditekuk, dan mendarat dengan  posisi jongkok.

Lari Jarak Pendek

Lari Jarak Pendek
    Lari  jarak  pendek  adalah  lari  yang  menempuh  jarak  antara 50  m  sampai  dengan  jarak  400  m.  Oleh  karena  itu,  faktor  utama yang  menentukan  lari  jarak  pendek  adalah  kecepatan.  Kecepatan dalam  lari  jarak  pendek  adalah  hasil  kontraksi  yang  kuat  dan  cepat  dari  otot-otot  yang  diubah  menjadi  gerakan  yang  sangat  dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi. Nomor-nomor  lari  jarak  pendek  yang  dilombakan  meliputi 100  meter,  200  meter,  dan  400  meter.  Lari  jarak  pendek  biasanya disebut  lari  sprint.  Pelari  jarak  pendek  dikenal  dengan  sebutan sprinter.
1. Teknik Dasar Lari 
    Jarak Pendek Agar  dapat  mencatat  waktu  yang  sekecil-kecilnya  maka pelari  cepat  atau  bagi  pelari  jarak  pendek  harus  menguasai  teknik dasar  lari  jarak  pendek.  Adapun  teknik  dasar  lari  jarak  pendek  sebagai berikut.
a. Langkahkan  kaki  yang  lebar  dengan  tolakan  menggunakan ujung kaki.
b. Posisi  tubuh  condong  ke  depan  dengan  lengan  tangan  kanan ke arah dagu dan siku tangan ditekuk.
2. Langkah-Langkah Lari Jarak Pendek
    Langkah-langkah lari jarak pendek adalah sebagai berikut.
a. Gerakan  Start
Macam-macam  start  lari  jarak  pendek  adalah  sebagai berikut.
1)  Start Pendek (Bunch Start)
Kaki  kiri  di  depan  dan  lutut  kaki  kanan  diletakkan  di sebelah  kaki  kiri  sekitar  satu  kepal.  Kedua  tangan  dile takkan  di  belakang  garis  start  dengan  jari-jari  rapat  dan ibu jari terpisah.
2)  Start Menengah (Medium Start)
Kaki  kiri  di  depan,  lutut  kaki  kanan  diletakkan  di  sebelah  kanan  tumit  kaki  kiri  jaraknya  sekitar  satu  kepal. Kedua  tangan  diletakkan  diletakkan  di  belakang  garis start dengan empat jari-jari rapat. Ibu jari terpisah.
3)  Start Panjang (Long Start)
Kaki  kiri  diletakkan  di  depan  lutut  kaki  kanan  di  belakang  kaki  kiri,  jaraknya  sekitar  satu  kepal.  Kedua  tangan  diletakkan  di  belakang  garis  start  dengan  jari-jari rapat dan ibu jari terpisah.
b. Sikap Tubuh Saat Berlari
Sikap tubuh saat berlari adalah sebagai berikut.
1)  Sikap  tubuh  condong  ke  depan  dengan  tolakan  kaki yang sekuat tenaga.
2)  Langkah  kaki  yang  lebar  dengan  lenggang  tangan    ke arah  dagu.
3)  Tubuh dalam keadaan  rileks,  pandangan  mata  ke  depan.
4)  Gerakan kaki dengan secepatcepatnya.
c. Sarana dan Peralatan dalam Lari Jarak Pendek
1)  Lintasan Lari Jarak Pendek Perlombaan  lari  jarak  pendek  dilakukan  di  lapangan yang  dibuat  lintasan  atau  ban.  Lintasan  atau  ban  perlombaan  jumlahnya  ada  8  buah.  Lebar  setiap  lintasan berukuran 1,22 meter.
2)  Peralatan Alat  yang  digunakan  dalam  perlombaan  lari  jarak  pendek,  misalnya  sepatu  spikes,  start  block,  tiang  finish, stopwatch, dan bendera start atau pistol.
3. Teknik Melakukan Lari Jarak Pendek
Pelaksanaan  teknik  lari  jarak  pendek  yang  benar  adalah sebagai berikut.
1)  Gerakan  awal,  posisi  tubuh  berdiri  di  belakang  garis start. Kemudian, lakukan sikap start jongkok.
2)  Selepas  melakukan  start  jongkok,  larilah  dengan  langkah  lebar  dan  cepat.  Pendaratan  pada  ujung  telapak  kaki dengan  lutut  dibengkokkan,  tangan  diayun  ke  depan terarah dagu dan badan condong ke depan.
3)  Setelah  berlari  kurang  lebih  berjarak  20  meter,  langkah lari  diperlebar  dan  kecepatan  ditingkatkan  sehingga memasuki garis  finish.